Bersalin di Dokter Atau Bidan, Ya?

image

Saat pertama mendengar tetangga melahirkan di bidan, dahi saya mengernyit heran. Kenapa di bidan? Kenapa tidak di dokter spesialis kandungan saja? Namun ternyata di kemudian hari saya pun mengalaminya sendiri, lebih memilih melahirkan didampingi bidan daripada dokter. Alasan saya saat itu hanya satu, melahirkan di klinik bersalin dengan didampingi bidan terasa lebih hommy dan hal itu sangat membantu psikologis saya sebagai ibu yang menghadapi pra-persalinan.

Peran bidan memang lebih banyak dikenal di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah sebagai tenaga medis yang membantu proses partus atau persalinan. Pamornya pun masih kalah jauh dengan dokter spesialis kandungan meski jam terbangnya jauh lebih banyak. Namun saat pemerintah mulai mengangkat program “Bidanku Bidan Delima”, peran Bidan mulai lebih dikenal oleh masyarakat luas bukan hanya oleh kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Perbedaan mindset antara bidan dan dokter spesialis kandungan dalam menghadapi partus memang tidak bisa dielakkan. Dokter sangat mengandalkan teknologi dan dapat membuat “sesuatu” terjadi dalam persalinan, sedangkan bidan mempunyai sudut pandang yang cenderung holistik dan mengandalkan proses yang alamiah. Saat dokter memandang proses persalinan sebagai sesuatu yang beresiko, bidan menganggap persalinan adalah sesuatu yang alamiah dan seharusnya dapat dilalui secara alamiah pula. Oleh karena perbedaan tersebut, intervensi medis seperti induksi atau caesar memang paling pas dilakukan oleh dokter pada persalinan beresiko tinggi, sedangkan bidan adalah pendamping yang cocok untuk persalinan dengan resiko rendah.

Penggunaan USG

Mahalnya biaya konsultasi ke dokter spesialis kandungan menyebabkan banyak ibu hamil lebih memilih memeriksakan kandungannya ke bidan yang mematok biaya periksa relative lebih murah. Keterbatasan alat yang dimiliki bidan memang memberikan informasi yang tidak maksimal karena hanya mengandalkan rabaan tangan, pendeteksi detak jantung (fetal doppler) dan pengalaman. Sedangkan dokter memiliki alat yang sangat lengkap dan canggih, termasuk penggunaan alat USG (ultrasonography) untuk mendeteksi kondisi janin dengan lebih akurat. Meski kini banyak bidan yang menggunakan USG, namun tidak banyak jumlahnya.

USG adalah salah satu perbedaan mencolok antara dokter dan bidan, karena hanya dari hasil pemeriksaan USG saja dapat diketahui letak dan ukuran janin serta mendeteksi ada tidaknya kelainan pada kehamilan.
Penggunaan USG memungkinkan dokter untuk mengetahui adanya gangguan kehamilan seperti kista maupun abnormalitas kehamilan seperti hamil anggur (mola) sehingga dapat dilakukan penanganan lebih akurat. Bahkan kecanggihan USG saat ini sudah bisa digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya gangguan psikologis seperti mental retardation (MR) hingga mendeteksi cacat fisik bawaan pada janin. Penggunaan USG paling popular adalah untuk mendeteksi jenis kelamin calon bayi sehingga orangtua dapat mempersiapkan perlengkapan serta aksesorisnya.

Penggunaan USG memang bukan hanya dominasi dokter semata karena kini ada beberapa klinik bersalin yang dimiliki oleh bidan menggunakan alat serupa. Seandainya klinik-klinik bersalin bahkan puskesmas yang tersebar di negeri ini dilengkapi dengan peralatan penunjang pemeriksaan kehamilan seperti USG ini, tentunya Angka Kematian Ibu (AKI) dapat semakin ditekan. Namun masih sedikitnya bidan yang menggunakan alat USG menyebabkan masih banyak kehamilan beresiko tinggi hingga abnormal yang terlambat ditangani.

Menentukan Pendamping Persalinan

Hal penting yang seringkali menjadi pertimbangan para ibu hamil dalam memilih tenaga medis pendamping persalinan adalah keterlibatannya selama proses kelahiran. Banyak ibu hamil yang memilih berslin di bidan karena keberadaannya yang tersebar di berbagai penjuru daerah bahkan hingga ke pelosok serta memiliki jam praktek yang luwes dan fleksibel. Ibu hamil yang ingin melahirkan di rumah bisa memanggil bidan untuk membantu menangani persalinannya dengan metode apapun termasuk waterbirth atau gentle birth yang saat ini sedang menjadi tren. Namun jangan harap dokter spesialis kandungan dapat dipanggil datang ke rumah karena mereka sudah memiliki jadwal praktek tersendiri di klinik atau rumah sakit tempat mereka bekerja.

Memilih pendamping kelahiran memang merupakan hak ibu hamil, namun sebelum memutuskan untuk melahirkan di bidan sebaiknya ibu hamil melakukan USG minimal 3 kali yaitu pada awal, pertengahan kehamilan dan akhir kehamilan menjelang persalinan untuk menentukan tinggi rendahnya resiko persalinan. Persalinan beresiko tinggi yang membutuhkan tindakan induksi dan Caesar sebaiknya tetap dilakukan dengan dokter spesialis kandungan karena mereka sudah dilatih melakukan intervensi medis berupa tindakan bedah. Namun untuk persalinan beresiko rendah dapat dilakukan dengan bidan karena keluwesan serta keberadaan mereka yang selalu mendampingi ibu hamil dari awal hingga akhir proses persalinan akan memberikan motivasi dan ketenangan tersendiri.

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s