catatan seorang kerdil

image

Tatkala membentang bayangan lautan surga di depan mata
Pada mulanya aku menapak dengan penuh suka cita

Itu saat aku belum mengenal apa itu dunia
Itu saat aku belum mengenal apa itu tawa,
apa itu air mata

Aku telah menapaki lautan itu dengan ceria
Berharap dapat meraup keindahannya
Hingga setapak demi setapak, aku surutkan langkah, tanpa kusadari

Sungguh, aku menyadarinya..
Betapa aku memilih terlena saat senyap menyapa
Bahkan tetesan air tak mampu menyibak hamparan kesadaran

Maka, janganlah Engkau dekatkan hatiku pada dunia ini,
lebih dekat dari apa yang kurasa kini

From: catatan seorang kerdil

Iklan

2 pemikiran pada “catatan seorang kerdil

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s