Saat Batita Terkena Disentri

image

Batita memang rawan terserang diare. Diare merupakan salah satu dari gejala penyakit disentri. Sebagai orang tua, pasti panik mendapati buah hatinya tiba-tiba demam tinggi dan menjadi pendiam. Disentri memilki gejala yang khas, yaitu demam, BAB berlendir disertai darah, serta perut terasa sakit melilit saat hendak BAB. Disentri biasanya juga disertai mual dan muntah. Sebagian besar anak tidak jarang terlihat lemas dan lebih banyak tidur.

Disentri disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pencernaan. Bakteri dapat masuk melalui makanan, tangan yang kotor kemudian masuk mulut, mainan dan sebagainya.

pada saat terkena disentri, si kecil akan sulit makan dan tidak jarang menolak untuk minum. padahal, demam yang tinggi serta frekuensi BAB terus-menerus bisa menyebabkan dehidrasi apabila asupan cairan tidak terpenuhi. mual dan muntah menjadi alasan utama mengapa anak enggan untuk makan. jika anak mengalami mual dan muntah yang parah, biasanya dokter akan meresepkan obat anti mual yang bisa diminum satu jam sebelum makan. selain anti mual, dokter mungkin juga meresepkan probiotik untuk membantu memulihkan kondisi pencernaan selama diare. dokter juga akan memberikan zinc yang dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan selama diare.

pada anak yang sulit makan dan minum disertai dengan demam tinggi akan memicu terjadinya dehidrasi. dehidrasi yang parah pada umumnya berakhir dengan kejang atau istilah populernya “step”. lalu bagaimana cara mengetahui apakah si kecil harus dirawat inap atau cukup dirawat di rumah? Tanda kegawatdaruratannya adalah bila anak sudah terlihat lemas, terlalu banyak tidur, tidak mau makan dan minum serta mengalami dehidrasi berat. dehidrasi berat dapat dicek dengan melihat tekanan turgor pada kulit anak. tekanan turgor dapat dilihat dari sejauh mana kecepatan kembalinya permukaan kulit pada kondisi semula saat dicubit. daerah yang paling terlihat untuk melakukan tekanan turgor adalah daerah perut. apabila kulit saat dicubit meninggalkan bekas yang lama kembali ke bentuk semula serta terlihat keriput, menandakan telah terjadi dehidrasi berat. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat.

Menurut dokter Adriadne Tiara Hapsari, SpA yang akrab dipanggil dokter Ine, batita yang terkena disentri harus diberikan makanan dan minuman yang tepat agar diare segera tuntas. Pemberian oralit harus sering dilakukan. Oralit memang memiliki rasa yang tidak enak karena terbuat dari larutan air, garam dan gula. Tidak jarang, anak justru muntah setelah diberikan oralit. Meskipun ada merk dagang oralite khusus anak seperti renalyte dan pedialyte yang cenderung memiliki rasa lebih bersahabat dibanding merk lain, namun masih banyak anak yang menolak minum.

Lalu bagaimana caranya memenuhi asupan nutrisi cairan pada anak diare? Selain diberikan air putih, batita yang masih minum ASI harus rutin diberikan ASI sebanyak yang dia mau. Air kaldu juga dapat menjadi alternatif yang sangat baik karena selain mengandung cairan, air kaldu juga kaya nutrisi. Air kelapa juga dapat diberikan karena mengandung isotonik yang dapat mengganti ion tubuh yang hilang akibat diare. Namun pemberian air kelapa tidak boleh terlalu banyak untuk batita. Patut diingat bahwa air putih saja tidak cukup untuk mengganti nutrisi tubuh yang hilang karena hanya mengandung cairan saja tanpa tambahan nutrisi lain.

Pemberian buah tertentu dapat membantu mempercepat pemulihan. Buah pisang yang mengandung pektin sangat dianjurkan untuk dikonsumsi karena dapat membantu memadatkan feses. Puding tanpa susu dengan sedikit gula juga dapat menjadi alternatif untuk anak yang susah makan karena mual dan muntah. Selain nasi, banyak alternatif makanan lain yang bisa dijadikan pengganti seperti roti, wortel, kentang kukus, jagung rebus, mie kuah telur dan ubi jalar.

Sebaiknya si kecil tidak diberikan teh, susu, jus buah dan air jeruk. Makanan tinggi serat seperti sayur-sayuran, termasuk yang mengandung gas (brokoli, kubis dan bunga kol), serta buah-buahan kaya serat dan masam juga sebaiknya dihindari seperti mangga, jeruk, melon, semangka dan lain-lain.

Disentri termasuk penyakit yang membutuhkan waktu penyembuhan yang lama, oleh karena itu orang tua diharapkan bersabar dan terus memantau kondisi anak. Penanganan yang tepat akan mempercepat penyembuhan disentri.

*saat beberapa waktu lalu, si bungsu yang baru berusia 17 bulan tiba-tiba terkena disentri

Iklan

4 pemikiran pada “Saat Batita Terkena Disentri

  1. pokoke sedih deh kalo balita kena disentri..infonya komplit banget mba..umumnya cara penyembuhan sdh banyak di internet tp makanan pemulihnya jarang dikupas. ke dokter Ine ya?beliau emang bagus utk konsultasi penyakit anak :) kalo saya seringnya ke bapaknya hehe

    • Oh, dokter oemar ya? Wah, itu dokternya suami saya saat kecil, mba. Sudah sepuh tapi masih aktif praktek dan pasiennya juga masih banyak. Dokter ine memang nyaman untuk konsultasi, ramah dan friendly, ya? Alhamdulillah, anak-anak cocok sama beliau. RUM juga… Jadi kalau nggak perlu nggak dikasih antibiotik.

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s