DIY Toys Part ll: Mainan Dari Flannel dan Kardus Bekas

Dulu.. sekali, sebelum memiliki anak-anak, saya sempat iseng mau berwirausaha bersama adik ipar, membuat sandal flannel yang jaman dahulu sangat booming. Sampai saya sempatkan memborong banyak kain flannel, dakron, dan berbagai perlengkapan lain plus sandal jepitnya juga. Hehe.. Saya yang awam dunia crafting pun rela belajar crafting dengan tusuk-tusuk flannel secara otodidak, bahkan membeli beberapa buku kerajinan flannel. Dan.. akhirnya terbengkalai.Bahan-bahan itu, teronggok manis di atas lemari, sampai bertahun-tahun, menunggu si empunya tergerak tangannya untuk menghasilkan sesuatu.

Sampai akhirnya, taraa… setelah si sulung berpuasa menonton film kartun yang semoga kelak bisa istiqamah, saya sebagai full time mom alias emak-emak yang di rumah, harus kreatif dan mengerahkan daya upaya agar anak-anak tidak bosan. Alhamdulillaah, anak-anak sangat senang bahkan menunggu dengan tidak sabar selama proses pembuatannya.

Selama proses pengerjaan memang cukup melelahkan karena diganggu oleh suara jerit, tangis dan rengekan si balita dan si batita. Tapi saya sendiri sangat antusias memikirkan setiap detilnya, seolah saya sendiri yang mau memainkannya. Hehe.. Meski sangat jauh dari sempurna bahkan boleh dibilang rumah reot tapi saya puas. Alhamdulillaah, Ashima juga terlihat bahagia saat keduanya jadi. Apalagi saat saya membuat detil bantal, guling dan selimut bonekanya dari flannel, dia pun tambah girang ^^

image

Boneka flannel yang bisa diganti bajunya

image

Rumah untuk si boneka dari kardus bekas dan botol bekas

Untuk membuat ornamen furniture rumah bonekanya, saya menggunakan kardus bekas snack yang pas dibawa mertua pulang malam itu. Karena anak-anak sudah rewel dan tidak sabar, saya hanya sempat membuat detil mesin cuci, toilet, meja, kursi, kompor, lemari pakaian, laci, dan bathtub. Rencananya sih, saya mau membuat laci buka tutup, kulkas, lemari dapur, tapi apa daya, anak-anak tak sabar lagi. Semoga nantinya saya bisa update furniture baru yang lainnya. Untuk toilet, saya juga menggunakan botol bekas lho, sebagai aplikasi dudukannya.

Sedangkan untuk rangka rumahnya, saya menggunakan kardus bekas kertas HVS yang dilapisi kertas kado bekas dan plastik bening agar lebih cantik dan awet. Wallpapernya saya buat dari kertas sticker, dengan gambar dari google tentunya. Setiap detil ornamennya saya membutuhkan double tape, selotip bening dan selotip coklat. Untuk memotong, saya gunakan cutter dan gunting panjang. Sedangkan untuk selimut, bantal dan guling saya jahit dari kain flannel.

Oya, boneka flannelnya ternyata kebesaran nih, untuk menempati rumahnya, makanya saya berencana merombak bonekanya menjadi lebih mini lagi. Sengaja saya membuat boneka flannel dengan baju yang bisa dilepas dan dipasang untuk melatih motorik halus si bungsu Syaamila yang sebentar lagi akan memasuki usia dua tahun. Sementara ini pun sudah ada request dari si sulung untuk membuat baju boneka lagi ^^

Iklan

4 pemikiran pada “DIY Toys Part ll: Mainan Dari Flannel dan Kardus Bekas

    • Waduh, step by step memang hal yang sulit terdokumentasi buat saya mba, secara anak-anak pun siap “menolong” yang efeknya bisa membuat saya harus mengulang semua dari awal lagi ^^ tapi insyaallaah semoga bisa saya jadikan blogpost berikutnya dengan dokumentasi step by stepnya. Tunggu ya..

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s