Seramnya Si Menstrual Cup

image

Begitulah pemikiran pertama yang terlintas di benak saya saat pertama kali melihat penampakan si menstrual cup. Sungguh mengerikan benda semacam itu dimasukkan ke dalam V yang begitu kecilnya. Meski konon katanya si menstrual cup ini sudah standar FDA, lentur dan terbuat dari silikon yang aman. Tetap saya berpikir konvensional, pads are better. Yah, Laulier, Charm, dkk jauh ke mana-mana lah dibandingkan si menstrual cup ini. Selain harganya yang jauh lebih murah, juga tidak pakai ribet. Sekali pakai, buang. Tidak ada acara horor harus memasukkan dan mengeluarkan lagi si menstrual cup ini. Tidak, tolong jauhkan saya dari benda semacam itu. Terlebih setelah melahirkan anak pertama, saya megetahui benar akan sakitnya pemeriksaan dalam saat pembukaan dan USG transvaginal.

Namun sepertinya saya memang sudah ditakdirkan Allah bertemu lagi dengan si menstrual cup ini. Terlebih setelah maraknya isu dioxin dan setelah itu klorin (meski sudah keluar bantahannya ilmiahnya kalau pads di Indonesia insyaallaah aman) dan pengetahuan baru seputar kankker serviks, saya memutuskan mencoba si menstrual cup ini. Tunggu, saya tidak berkata kalau pads atau pembalut yang menyebabkan kanker serviks ya. Namun saya memang memiliki kulit yang sensitif, yang bahkan saat para wanita lain berburu kosmetik, saya adem ayem saja karena kulit saya tidak mudah berdamai dengan sembarang kosmetik baik wajah maupun lainnya. Jadi berbahagialah suami saya karena saya tidak pernah berbelanja kosmetik apapun. Beberapa kali memakai sih, cuma selebihnya teronggok begitu saja. Jadi, untuk pads pun saya memiliki sensitivitas seperti para bayi yang rash kalau memakai popok yang tidak cocok. Nekat namun dengan basmallah, saya order menstrual cup bermerk mooncup ke teman SMA saya sekaligus putri dosen saya dulu (penting ya?) dan owner blog greenfemmale Mba Adhya. Harganya lumayan mahal (dan memang mahal kalau ukuran kantong saya) 630rb.

Barang datang. Saya pun cukup shock melihat bentuk dan ketebalan si mooncup ini. Lihatlah, ini gede banget!

11942177_10153491115763886_4708283380724641733_o

Pupuslah sudah keberanian saya, satu kali period terlewat tanpa si mooncup ini. Padahal awalnya tidak sabar memakai, melihat reviewnya yang bagus. Period kedua, saya beranikan diri memakainya. Sayang sekali uang 630rb terbuang percuma kalau tidak dipakai. Akhirnya saya melihat tutorial di manual book-nya dan melihat tutorial di youtube. Dan setelah dicoba, pertama kali pakai masih aneh. Setelah kedua kali pakai sudah biasa, dan benar sekali.. masyaallaah, sampai lupa kalau sedang period. Pantas ada review kalau aman dipakai berenang dan naik sepeda, kalau pads, mana mungkin bisa dipakai berenang? Totally, mooncup is recommended! Cuma.. kita harus berlatih lebih sering agar bisa ekspert. Dan, agar bisa mengeluarkannya tanpa “ouch”.

Untuk pemakaian perdana cukup direndam selama 5 menit dalam air panas. Bukan direbus ya, karena bisa merusak silikonnya. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih saat memakai dan melepas si mooncup ini. Kalau saya lebih baik gunakan air mineral atau air galon daripada air keran. Hanya perasaan lebih higienis saja, sih. Setelah pemakaian tinggal buang isinya kemudian guyur dengan air mineral hingga bersih, lalu pakai lagi. Saat selesai period, cuci mooncup dengan sabun cuci antiseptik seperti sunlight, kemudian simpan lagi di wadahnya. Ribet ya? Sedikit sih, tapi sebanding dengan kenyamanannya dan kebersihannya. Mungkin karena saya baru pertama kali memakai, semoga nanti bisa lebih ekspert lagi. Higienis nggak? Jadi sarang bakteri nggak? Melihat penampakannya insyaallaah aman, selama kita pun menjaga kebersihannya dan pastikan BACA manual book-nya.
Sekian review saya, semoga bermanfaat bagi yang sudah lama penasaran dengan si menstrual cup atau mooncup seperti saya. Mari kita berusaha menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengurangi sampah.

Iklan

12 pemikiran pada “Seramnya Si Menstrual Cup

    • Kalo mooncup buatan UK, mba. Awalnya begidik, lama-lama biasa aja mba. Dan memang bisa lupa. Hehe.. Lepasnya tergantung siklusnya banyak atau sedikit. Kalau banyak bisa setiap dua tiga jam sekali, tapi kalau sedikit bisa sehari cuma tiga empat kali lepas. Mandi, dan urusan ke belakang nggak perlu dilepas karena kan salurannya beda, mba. Alhamdulillaah keluhan rash karena pads sekali pakai juga lenyap. Mungkin karena lebih bersih.

  1. Jujur aja lihat tampilannya dan mbayangin makainya jadi berasa gimana gitu Mak he he. Aku pengen ngurangin pakai menspad yang sekali pakai cuma kalau pakai yang begini belum ada keberanian (& uang juga hehe). Sementara prefer beralih ke washable menspad dulu. Tp thanks for sharing ya :)

    • Sama-sama, mak. Awalnya juga nggak ada nyali, mak. Tapi setelah dua kali pakai jadi ketagihan sama nyamannya. Di greenfemale sepertinya bisa cicilan kok selama dua bulan. Kadang buka arisan juga tuh ^^

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s