Kontrak? Why not!

image

Meneruskan kisah seputar kontrak rumah. Setelah bertahun lalu saya adalah salah seorang pelakunya, dan mungkin akan saya lakoni kembali, ternyata ada banyak hal positif menjadi seorang kontraktor. Serius, ini bukan menghibur diri sendiri, apalagi menghibur para sahabat 1langitbiru *big smile. Serius, memang sebuah sisi yang kita pandang negatif tidak jarang memiliki sisi positif pula.

Penjajakan

Macam mau menikah saja ya, butuh penjajakan. Tapi memang seperti memilih jodoh, membeli rumah pun membutuhkan suatu penjajakan. Penjajakan soal apa? Bagi saya, penjajakan paling utama adalah soal lingkungan sosial. Seperti kita ketahui bersama bahwa lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap pergaulan anak. Tidak mungkin kan, anak kita kurung 24 jam di dalam rumah? Suatu saat mereka pasti akan keluar dan bermain dengan teman sebaya. Kita pun pasti harus melakukan aktivitas sosial di lingkungan rumah. Coba bayangkan kalau kita hidup di lingkungan dengan kriminalitas tinggi atau dikerumuni oleh ibu-ibu tukang gosip, pasti membuat hari-hari kita suram. Kita pun jadi malas keluar rumah. Jangan sampai kita tersiksa gara-gara salah memilih lingkungan. Bagaimana caranya agar tidak salah pilih? Mengontrak rumah adalah salah satu solusi. Sebagai kontraktor, kita leluasa berpindah-pindah tempat sampai menemukan lingkungan yang cocok (dan harga yang cocok pula). Kita bisa survei kebiasaan warganya, apakah lokasinya sesuai dengan yang kita harapkan, dan berbagai hal yang kita harapkan dari sebuah tempat tinggal. Tidak cocok? Tinggal move on, cari tempat lainnya.

Gonta-ganti Lifestyle

Waduh, macam orang kaya saja. Tapi memang salah satu keuntungan menjadi kontraktor adalah kita bisa “mencicipi” menjadi penghuni berbagai tipe rumah. Tentunya sesuai kondisi keuangan saat itu, ya. Pindah-pindah memang melelahkan, tapi ada orang tipe tertentu yang merasa terhibur dengan kegiatan beres-beres dan menata rumah. Bahkan ada seorang pembisnis yang sengaja mengontrak rumah, padahal dia mampu membeli rumah cash, demi memenuhi hobi lifestylenya ini. Kalau rumah sendiri, mana mungkin kita bisa ganti sesuka hati? Tidak mungkin kan, kita bangun rumah tipe modern-minimalis lalu dirombak secepatnya menjadi tipe tradisional? Nah, ini bisa kita lakukan dengan rumah kontrakan baru, lho.

Memperluas Koneksi dan Relasi

Ya, menjadi seorang kontraktor memang salah satu jalan menemukan koneksi sekaligus menjalin relasi. Terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai bussiness owner maupun entrepreneur. Mereka yang jobless pun bisa jadi menemukan lahan pekerjaan dari profesi kontraktor ini. Kita bisa promosi produk maupun mengenalkan keahlian yang kita miliki setiap kali pindah kontrakan. Semakin banyak kita pindah rumah, semakin banyak calon relasi yang mungkin kita dapatkan. Jangan lupa siapkan promosi untuk pelanggan baru di lingkungan baru kita. Tidak ada salahnya juga kita siapkan kartu nama atau tanda pengenal agar produk kita semakin dikenal (ingat, ini bukan artikel personal branding, lho..)

Terbebas dari Sebagian Aktivitas Sosial

Nah, ini cocok buat sahabat yang malas bergaul atau beramah tamah. Jika kita memutuskan hidup mandiri, otomatis kita pun harus siap untuk hidup bersosialisasi. Dalam ranah masyarakat, sosialisasi ada berbagai macam hal, salah satunya adalah undangan PKK maupun arisan warga. Boleh ya, kontraktor tidak ikut pertemuan warga? Ada beberapa daerah yang membebaskan warga tidak tetapnya (kontraktor) dari pertemuan seperti ini. Alasannya? Ya karena mereka adalah warga tidak tetap yang bisa pindah kapan saja mereka mau. Tapi ingat ya, mengikuti aktivitas sosial yang bermanfaat di lingkungan baru merupakan hal yang disarankan. Tentunya kita ingin menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar, kan? Jadi jangan terlalu malas untuk menampakkan diri, ya.

Sebenarnya ada banyak hal positif lainnya sebagai kontraktor rumah. Terkadang hidup itu rumit dan terasa berat, tapi pikiran positif bisa memperingan beban yang kita miliki. So, keep your positive thinking!

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s