Me and My Bag

Sekian lama absen, hingga rasanya blog ini jika diibaratkan kolam air mungkin sudah berwarna hijau karena begitu banyaknya lumut yang tumbuh. Bukan karena bosan menulis. Menulis bagi saya ibarat self healing dari berbagai masalah yang mendera. Masalah apa saja? Kan cuma di rumah? Namanya hidup pastilah ada masalah, mati saja ada masalah apalagi hidup?

Setelah kami pindah ke kota ini, menempati rumah (kontrakan) yang alhamdulillaah terasa nyaman, saya langsung mewujudkan keinginan saya untuk membeli mesin jahit. Kali ini mesin jahit betulan ya, yang portabel tentunya. Terus terang, skill saya “nol besar” untuk masalah jahit menjahit. Saya pernah belajar mengoperasikan mesin jahit Singer hitam milik ibu, tapi hasilnya saya cuma mampu menyamakan putaran tangan dan genjotan pedal kaki tanpa mampu menjahit satu langkah pun. Saya menyerah.

Mungkin pembaca ingat kalau dulu saya pernah posting tas daur ulang dari celana jeans? Nah.. itu pakai jahit tangan. Saya sudah sejak lama mupeng berat ingin membuat pernak pernik dengan mesin jahit. Kenapa bukan baju? Entahlah, membayangkan menggunting kain meteran, menjahit kain yang panjang-panjang begitu membuat rasa malas mendadak menggerayangi pikiran. Saya ingin menjahit sesuatu yang simpel dan cepat.

Akhirnya… Mesin jahit saya tiba. Berbelanja di Shopee dengan uang sisa belanja yang saya kumpulkan sendiri karena suami belum sepenuhnya merestui, saya membeli Messina seri Paris. Alhamdulillaah.. setelah sekian lama ngidam, akhirnya saya punya mesin jahit juga. Yeay!

Berawal dari iseng karena tas saya robek, saya nekat mencoba merombak celana panjang kakak saya menjadi sebuah tote bag sederhana. Saya posting foto tote bag tersebut di status whatsapp dan tanpa disangka ada yang menanyakan harganya! Ah, saya harus bangga atau tertawa malu, ya? Secara itu tas recycle dari celana bekas.

Dengan tertawa malu saya tunjukkan hasil karya itu ke suami. Ternyata beliau mengapresiasi karya saya dan tiba-tiba keinginan berkreasi kembali muncul. Kali ini saya tahu apa yang akan saya buat. Yup, saya akan membuat pouch sederhana.

Akhirnya, beginilah…

Blog ini terbengkalai karena saya sibuk (sungguh, ini bukan sok sibuk) mengerjakan beberapa orderan dari teman, saudara bahkan teman dunia maya. Suami yang semula ragu saya akan istiqamah di dunia “perjahitan” akhirnya mulai mendukung. Dengan catatan: tidak melalaikan tugas utama. Semoga saja saya bisa konsisten tanpa melalaikan tugas utama saya sebagai istri dan ibu. Lihat kan, menulis saja sekarang rasanya sudah begitu berantakan.

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s