Boneka dan Rumah Boneka dari Flannel

image

Melatih puasa si kecil memang membutuhkan ketekunan dan kesabaran yang cukup besar. Tidak jarang orang tua yang mati gaya saat Ramadhan dan memilih menyuguhkan gadget agar anak kuat berpuasa dan tidak terlalu berat beraktifitas. Nah, berhubung saya sudah menjalankan episode no gadget cukup lama, jadi saya pun setiap harinya selalu mengarang indah agar si kecil tidak merasa berat berpuasa. Baca lebih lanjut

Iklan

Sejuta Kenangan (Darimu)

image

Hari ini, meski usiamu baru genap lima, engkau perdengarkan kepada kami surat An-Naba’ dengan lancar tanpa salah satu ayat pun (lupakan tentang makhraj hurufnya, karena ibu pun belum bisa sepenuhnya sempurna). Baca lebih lanjut

Ini Dia Premiks Donat Terenak

image

“Mbak, besok jangan jajan di sekolah, ya. Insyaallah, besok kita bikin donat.”

Janji terlanjur dibuat sendiri, tapi apa daya pas hari eksekusi tiba ternyata tepung terigu sudah habis. Saat belanja bulanan kemarin saya benar-benar lupa membeli untuk persediaan. Maklum, membawa anak-anak ke supermarket sudah pasti tidak konsen belanja. Sibuk berlarian kesana kemari seperti lomba marathon. Meski bala bantuan sudah dikerahkan tetap saja repotnya masyaallaah.

Baca lebih lanjut

Kontrak? Why not!

image

Meneruskan kisah seputar kontrak rumah. Setelah bertahun lalu saya adalah salah seorang pelakunya, dan mungkin akan saya lakoni kembali, ternyata ada banyak hal positif menjadi seorang kontraktor. Serius, ini bukan menghibur diri sendiri, apalagi menghibur para sahabat 1langitbiru *big smile. Serius, memang sebuah sisi yang kita pandang negatif tidak jarang memiliki sisi positif pula.

Baca lebih lanjut

Cintamu Versus Cintaku

image

Menatapmu lurus
menelisik gurat-gurat halus di balik jemari tanganmu
menyipit mata akan kerut-kerut jelas di teduh wajahmu

entah berapa masa aku lewatkan darinya
hingga jika tak menengok tak kuasa kubuka mata

Terlalu silau aku akan dirimu
yang berdiri tegak bagai ratu
kokoh tak bergeming seolah memiliki kuasa
hingga terkesima aku menghembus padamu

lagi… aku yang selalu congkak mengabaikanmu
karena kupikir engkau ada selalu
saat aku berhembus keras mempertahankan asaku
dan mencoba menggoyahkanmu…

ibu…
bilangan waktu itu tak akan kembali bukan?
masa ketika engkau lincah mengiringi langkahku
yang tinggal hanya kuyu
membuatku kehilangan suatu sudut itu
karena aku berharap engkau selalu di sisi
tak peduli bahwa ternyata tangan, mulut, kaki dan hati ini selalu melukai

Apakah mungkin anginku terlalu keras berhembus?
hingga ranting-rantingmu berderit kencang
tapi aku masih saja berhembus
mengabaikan daun-daunmu yang berguguran satu per satu

maaf…

maaf…

dan terima kasih…

cintaku tak hanya sepanjang badan

karena cintamu pun tak hanya sepenggalah

Bmy, 12 Januari 2015