Dalam Pecahan Kecil Itu

11113698_804011919689976_8419126336827679647_n

Bergelung dengan anak-anak selama 24 jam itu tidak jarang membuat emosi naik turun. Apalagi kalau mereka sedang aktif-aktifnya. Maunya, urusan domestik beres, rumah rapi tapi juga anak-anak anteng terfasilitasi. Satu sisi lainnya kita butuh untuk quality time untuk diri sendiri. Membaca buku, tidur cukup tanpa gangguan, crafting atau sekedar menyelesaikan draft tulisan yang terbengkalai barangkali hanya satu dari sekian banyak hal yang terpaksa kita lakukan menjelang tengah malam. Sure, you are not a supermom! Menjadi supermom hanya akan membuat stres, karena jelas tidak semua hal bisa kita tangani dan dapatkan. Jika kita ingin rumah rapi dan anak terfasilitasi, ada hal yang harus dikorbankan yaitu waktu istirahat kita. Kalau istirahat kurang, tidak jarang justru membuat mood menjadi buruk. Bagaimana bisa menghadapi tingkah polah anak apabila mood kita buruk? Baca lebih lanjut

tentara dan segelas susu

Ini adalah salah satu cerita yang saya susun untuk putri sulung tercinta yang berusia 3 tahun. Real story with real name ^^
—–

Apakah kamu suka minum susu? Ashima suka sekali susu. Setiap hari dia selalu minum susu. Meskipun Ashima anak perempuan, tapi badannya sehat dan kuat karena makannya banyak dan rajin minum susu.
Ashima memiliki tentara di dalam tubuhnya. Tentara itu hidup dari makanan dan minuman yang dimakannya. Setiap kali kuman datang, para tentara selalu menghalau mereka keluar dari tubuh Ashima. Para kuman takut sekali masuk ke tubuh Ashima jika Ashima selalu minum susu. Susu membuat kekuatan para tentara bertambah dua kali lipat. Mereka bertambah banyak dan siap mengusir para kuman nakal.
Suatu hari, ibu memberikan Ashima segelas susu. Ihh.. Tapi Ashima tidak suka. Itu bukan susu kesukaannya. Ashima tidak mau menghabiskan susunya. Dia memilih makan permen meski ibu bilang terlalu banyak makan permen akan membuat tenggorokannya sakit. Dia tidak peduli dan mulai melahap permen hingga habis.
Malam hari, bakteri dan kuman nakal mengendap-endap masuk ke tubuh Ashima. Para tentara sedang berjaga sambil terkantuk-kantuk. Hari ini Ashima tidak minum susu sehingga para tentara merasa sedikit lemas. Para kuman dan bakteri bergegas menyerbu masuk. Para tentara berjuang sekuat tenaga mengusir kuman dan bakteri menggunakan energi dari sisa makanan yang dimakan Ashima hari ini. Namun tanpa susu para tentara menjadi lemah. Akhirnya para bakteri dan kuman mampu menjebol benteng pertahanan para tentara dan melukai mereka. Kuman dan bakteri segera menduduki tenggorokan dan membuat Ashima batuk-batuk. Tenggorokannya sakit dan hidungnya gatal. Ashima sakit!
Ashima jadi enggan makan dan minum. Hanya sedikit makanan dan segelas susu kesukaannya yang mampu masuk ke tenggorokannya. Para tentara yang mulai melemah bersorak sorai karena makanan dan susu itu memberi mereka kekuatan untuk menggandakan diri menjadi ribuan. Berbondong-bondong mereka menyerbu markas kuman dan bakteri serta membasmi mereka keluar dari tubuh Ashima. Ashima pun berangsur sembuh dan berjanji untuk selalu minum susu meski bukan favoritnya.