Pemuda dan Sepasang Tangannya

Sepasang tangannya terlihat menggenggam sandal usang sekedar melawan teriknya mentari yang membakar kulit. Aku tidak tahu siapa namanya. Bahkan aku tidak pernah menyapanya. Aku hanya berani mengamati sosok laki-laki berambut ikal dengan tubuh kurus itu. Setiap kali kami sekeluarga mendatangi pemandian air panas ini, dia selalu menyambut sambil membukakan pintu kamar mandi VIP untuk kami.

Sepasang kaki yang tidak berfungsi lagi sudah lazim digantikan sepasang tangan yang cekatan membuka gembok pintu. Dia tidak terlihat malu atau canggung. Justru kegigihan yang tercermin dari langkah-langkahnya. Dia tidak pernah terlihat meminta-minta meski orang-orang pasti tidak akan keberatan untuk memberinya.

Dia adalah pemuda belia yang terpaksa harus menjadi penjaga sebuah tempat wisata kolam pemandian air panas di kota kecil kami. Gajinya kecil, mungkin tak terbilang rupiah. Tak jarang mertuaku memaksa memberinya uang sekedarnya sebagai wujud kasih sayang antar sesama.

Maraknya segolongan yang meminta-minta tak peduli mereka sehat dan mampu bekerja cukup mengusik kami. Setiap hari selalu ada orang yang datang mengetuk pintu rumah kami untuk seribu atau dua ribu rupiah. Jika setiap rumah di desa kami memberi seribu rupiah, berapa puluh ribu yang dapat mereka kantongi dalam sehari. Padahal sebenarnya banyak di antara mereka yang mampu bekerja.

Si pemuda, yang dengan tubuh kecilnya selalu mengusik kesadaranku setiap kali datang ke tempat itu. Bilangan kecil rupiah yang diterimanya selalu diterima dengan haru dan penuh syukur. Dia juga tak canggung bergaul dengan orang-orang. Entah dia minder atau tidak, namun perasaan itu tak terlihat nyata pada dirinya. Tidak terpikir olehku, siapa gerangan orang-orang yang berada dalam tanggungannya sehingga dia harus bekerja dengan keadaan seperti itu.

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s