Bermain Aman dan Menyenangkan Untuk Balita

image

Bermain adalah dunia paling menyenangkan bagi anak-anak. Bermain, selain membawa kegembiraan juga memberikan banyak manfaat positif bagi anak yaitu mengasah aspek kognisi, afeksi serta sosial anak. Bermain juga menstimulus perkembangan psikomotorik anak.

Namun, agar bermain memberikan manfaat optimal dan berlangsung aman serta menyenangkan bagi anak, tentu saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orangtua dalam memilih dan memberikan mainan untuk si buah hati. Jangan karena alasan agar si buah hati sibuk bermain sehingga bisa ditinggalkan orangtua mengerjakan aktivitas lain sehingga orangtua asal memberikan mainan.

Nah, mainan seperti apa sih, yang tepat untuk diberikan kepada si kecil?

1. Mainan yang sesuai dengan usianya
Sangat menyenangkan melihat reaksi si kecil saat kita membelikan mainan yang mereka idam-idamkan. Anak-anak seringkali menyukai mainan yang belum tentu sesuai dengan usia mereka.
Mengapa memilih mainan sesuai dengan usia anak sangat disarankan? Mainan dimaksudkan sebagai media hiburan bagi anak. Salah memilih mainan yang tidak sesuai dengan usianya, akan menyebabkan anak kesulitan memainkannya. Akibatnya anak akan meminta orang dewasa atau orang yang lebih tua memainkannya untuk mereka. Tentu hal ini sangat merepotkan. Apabila dibiarkan main sendiri, tingkat kesulitan yang melebihi usianya akan menyebabkan si kecil menjadi stres dan putus asa sehingga malas menyentuh mainannya. Atau bisa jadi justru mainan tersebut digunakan tidak sesuai dengan fungsinya sehingga tujuan stimulasi tidak tercapai.
2. Mainan yang aman serta tidak mengandung konten berbahaya
Tidak semua mainan aman dimainkan. Ada mainan yang berbahaya bagi anak-anak. Mainan plastik impor berharga murah dan mainan kayu dengan cat yang bukan non-toxic ternyata ada yang mengandung zat yang beracun apabila terhirup oleh anak-anak.
Mainan dengan bagian-bagian kecil juga harus diperhatikan. Terutama karena sebagian anak terkadang mencoba memasukkannya ke bagian tubuh mereka seperti mulut dan telinga. Tidak jarang pula terdapat mainan yang memiliki bagian atau sisi yang tajam sehingga bisa melukai anak.
3. Mainan yang memiliki fungsi stimulasi
Banyak ahli yang merekomendasikan mainan sebagai alat stimulasi bagi anak-anak. Banyak mainan selain memberikan kesenangan juga dapat digunakan untuk melatih psikomotorik dan kognitif anak. Mainan seperti Lego misalnya, sangat bagus untuk mengembangkan imajinasi serta melatih motorik halus.
4. Bukan mainan limited edition
Beberapa orangtua sangat suka memberikan anak-anaknya mainan mahal dan edisi terbatas. Mainan mahal dan terbatas memang biasanya memiliki bahan serta desain yang berkualitas. Namun apabila dimainkan dengan tidak hati-hati dan tidak dirawat, mainan akan mudah rusak.
Mencari mainan edisi terbatas bukanlah hal yang mudah, selain diproduksi dalam jumlah kecil, mainan ini biasanya berharga mahal dan umumnya diperuntukkan bagi kolektor. Bisa dibayangkan apabila anak sudah sangat lekat dengan mainan tersebut, jika terjadi kerusakan dan sulit mencari gantinya maka anak akan sangat bersedih dan kecewa. Oleh sebab itu, karena mainan adalah barang yang mudah rusak dan lekat dengan dunia anak, sebaiknya belilah mainan yang mudah didapat gantinya apabila terjadi kerusakan.
5. Mainan yang tidak mengandung konten pornografi dan kekerasan
Mainan seperti Play Station (PS) selain menimbulkan efek kecanduan juga seringkali disisipi konten pornografi dan kekerasan. Banyak anak yang tidak sadar meniru apa yang mereka lihat dari game dalam keseharian mereka.
Selain PS, mainan berbentuk senjata seperti pistol berisi peluru mainan, pisau mainan bersudut tajam, bahkan mainan yang menimbulkan efek ledakan juga patut diwaspadai karena banyak terjadi kasus kecelakaan karena mainan-mainan tersebut.
6. Mainan yang membuat anak aktif bergerak
Sebagian besar mainan membutuhkan konsentrasi dan sedikit membutuhkan gerak. Kurang bergerak akan membuat anak kurang sehat dan memicu obesitas. Permainan yang membutuhkan gerak selain menghibur juga sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan anak-anak. Bermain sepeda, otopet dan hulahop adalah salah satu contoh mainan yang sebaiknya dimiliki anak-anak.

Memilih mainan memang harus berhati-hati. Orangtua harus aktif terlibat dan selektif untuk mendapatkan mainan yang berkualitas dan sarat manfaat. Pendampingan dalam bermain juga diperlukan agar manfaatnya dapat diraih secara optimal. Jadi, selamat memilih mainan!

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s