sepenggal catatan ibu

image

Assalaamu’alaikum, Nak..
Seharusnya kita lewatkan setiap pagi seperti hari ini
Membangunkanmu dengan lembut tanpa terburu-buru
Mengusap kepalamu dan mencium sayang pipimu
Tak lupa menyunggingkan senyum mekar,
seperti bunga ungu yang sering kau petik saat kita berjalan bersama.

Nak,
Seharusnya setiap pagi seperti hari ini
Menggendongmu dan memandikanmu dengan ceria
Bersabar membujukmu dengan berbagai mainan ini dan itu
Atau mengijinkanmu berbaring sejenak menghilangkan malas
Yah, meski waktu terus berjalan dan pekerjaan banyak menanti

Nak,
Seharusnya setiap pagi seperti hari ini
Menemani kalian bermain dan larut menjadi kanak-kanak lagi
Agar aku ingat bagaimana rasanya
Saat aku tidak ingin makan, dipaksa makan
Saat aku tidak ingin tidur, dipaksa tidur
Saat aku ingin bermanja, meski ibu begitu sibuk dan penuh beban
Saat aku tak sengaja menumpahkan sesuatu
Dan ibu harus sibuk membersihkannya
Ya, kurasa kenangan itu telah memudar hingga perlu kupanggil kembali
Agar aku pun mengerti dan menjadi bijak kembali.

Nak,
Aku rasa kebersamaan kita sepanjang hari tak pernah cukup
Hingga setiap kalian lelap, tak pernah bosan aku mendekap
Hingar bingar dan segala letih seolah ditelan sunyi
Sepi tanpa celoteh bahkan tangismu.

Nak,
Saat aku marah, itu tak sungguh-sungguh
Melihat bola matamu yang berkaca-kaca, terasa runtuh dunia
Ingin kucabut segala kata yang membuatmu kecewa
Memelukmu segera dan mengajakmu tertawa
Tapi Nak,
Rasa sayangku kepadamu segenap menahannya
Untuk membimbingmu kadang jalan terlihat begitu tak bersahabat bukan?
Semua untuk mengajarkanmu nilai kebenaran.

Nak,
Entah berapa lama dapat kuiringi langkahmu
Entah berapa lama dapat kulalui waktu bersamamu
Bersamamu menapaki halus terjalnya jalan kehidupan
Menyaksikanmu tumbuh dan menjaga keimanan
Karena sekeras apapun ingin kutukar segala yang kupunya
Usia hanya Allah Ta’ala yang berkuasa.

Tapi Nak,
Iringan do’a selalu terpanjat
Agar aku bisa lebih dan lebih lama melalui waktu bersamamu
Merengkuhmu dalam pelukku
Mendengar celoteh, tawa dan tangismu
Membimbingmu untuk meraih taman surga dengan kedua tanganku
Dan jikalau telah sampai masanya..
Tetaplah ingat aku dalam setiap do’amu
Agar pintu surga itu terbuka karena aku memilikimu
Wahai, anakku tercinta.

By: an ordinary mom

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s